DPRD Kabupaten Sukabumi Leni Liawati Tegaskan Komitmen Inklusivitas pada Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Berita, Sukabumi30865 Views

tatarpasundanews.com – Sukabumi, DPRD Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Peringatan Hari Disabilitas Internasional yang diperingati setiap 3 Desember menjadi momentum penting untuk memperkuat gerakan bersama dalam menciptakan ruang yang ramah bagi seluruh penyandang disabilitas di Kabupaten Sukabumi.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kabupaten Sukabumi, Leni Liawati, menyampaikan pesan dukungan dan motivasi kepada seluruh penyandang disabilitas. Menurutnya, peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan refleksi untuk memastikan bahwa hak-hak penyandang disabilitas benar-benar terfasilitasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini adalah momentum bagi kita untuk kembali mengevaluasi komitmen dalam menghadirkan lingkungan yang inklusif, di mana setiap individu tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Leni menegaskan bahwa Fraksi PKS di DPRD Kabupaten Sukabumi terus berupaya mengawal lahirnya kebijakan-kebijakan yang berpihak pada penyandang disabilitas. Komitmen ini sejalan dengan moto “Cinta PKS untuk Penyandang Disabilitas”, yang menjadi landasan utama dalam perjuangan inklusivitas di berbagai sektor.

Beberapa fokus perhatian Fraksi PKS meliputi:

  • Perluasan akses pendidikan yang ramah bagi anak dan remaja penyandang disabilitas.

  • Peningkatan peluang kerja dan program pemberdayaan ekonomi yang memberi ruang bagi para penyandang disabilitas untuk mandiri dan berkarya.

  • Perbaikan dan penyesuaian fasilitas publik, termasuk transportasi, trotoar, pusat layanan kesehatan, kantor pemerintahan, dan ruang publik lainnya agar mudah diakses oleh seluruh kelompok difabel.

Leni juga menekankan bahwa seluruh pemangku kebijakan memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan penyandang disabilitas tidak mengalami diskriminasi maupun hambatan dalam beraktivitas. Baginya, masyarakat inklusif hanya dapat terwujud jika semua unsur bekerja sama, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, organisasi sosial, hingga masyarakat umum.

Pihaknya berharap bahwa momentum Hari Disabilitas Internasional dapat membuka ruang dialog, memperkuat partisipasi, serta memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar mengakomodasi kebutuhan penyandang disabilitas.

Comment